SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Proyek penanaman pipa di dasar laut sepanjang 23 kilometer dari salah satu sudut pantai di Desa Glodog, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, untuk penunjang produksi puncak minyak lapangan Banyuurip, yang dioperatori Mobil Cepu Limited (MCL) hingga saat ini belum dilaksanakan.
Kabarnya, proyek yang masuk paket Engineering Procurement and Constructions (EPC)-3 Banyuurip yang dikerjakan Konsorsium PT Rekayasa Industri (Rekind) – LIKPIN, itu  baru akan dilakukan pada Januari tahun ini. Sesuai skenrio, pipanasi dasar laut itu akan menjadi penyalur minyak mentah yang sebelumnya akan dialirkan dari jalur pipa darat  sepanjang 72 kilometer dari Lapangan Banyuurip di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.
Communications Relations PT Rekayasa Industri (Rekind), Erik Kristian, ketika dikonfirmasi juga belum menyebutkan tanggal pasti pengerjaan EPC – 3 Banyuurip. “Belum kita laksanakan, rencananya akan dimulai pada bulan ini,†kata Erik, tanpa menyebutkan tanggal pastinya saat dikonfirmasi suarabanyuurip.com melalui telepon genggamnya, Sabtu (18/1/2014).
Erik menjelaskan, kalau semua peralataan saat ini masih berada di Kabupaten Gresik. Meski saat ini juga sudah ada beberapa peralatan yang sudah berada ditengah laut.
Selain itu, pengerjaan proyek di bawah laut ini diperkirakan memerlukan waktu selama 1,5 bulan. Sehingga apabila dilaksanakan mulai bulan Januari ini, maksimal pada bulan Maret 2014 proyek sudah bisa diselesaikan.
“Kalau dalam pengerjaan nanti lancar, 1,5 bulan diperkirakan sudah selesai,†tambahnya.(edp)