SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Cerita pilu datang dari kampung pesisir Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Sejumlah nelayan terpaksa meminjam uang ke koperasi untuk memenuhi kebutuhan hidup setelah hampir dua bulan mereka tidak melaut.
Tidak melautnya nelayan itu dikarenakan gelombang besar dan cuaca buruk yang tidak kunjung mereda sejak sebelum awal bulan Desember 2013 kemarin. Kondisi ini praktis membuat mereka terpaksa menambatkan perahu.
Sebab gelombang besar biasa datang pada pukul 02.00 WIB dini hari hingga menjelang pukul 11.30 WIB. Padahal waktu itu biasa mereka lakukan beraktivitas menangkap ikan di laut utara.
“Mau bagaimana lagi, terpaksa pinjam uang ke koperasi keliling untuk mencukupi kebutuhan,†kata Imam (39), salah satu nelayan asal Desa Kradenan, Kecamatan Palang.
Perahu yang masih beroperasi sekarang hanyalah perahu kecil, atau oleh masyarakat setempat disebut dengan jatenan. Meski begitu, nelayan tetap tidak berani terlalu jauh meninggalkan garis pantai karena takut perahu terbalik dan mengancam keselamatan mereka. Hal ini menjadikan pendapatan mereka berkurang hingga 70 persen lebih.
“Jadi pendapatan berkurang banyak, dari yang awal bisa 250 rubu hingga 300 ribu sekarang tak lebih dari 100 ribu,†kata Sukiran (37), nelayan lain menerangkan.
Pendapatan Rp 100 ribu bagi mereka sangatlah terbatas. Karena pendapatan itu masih dipotong ongkos solar dan sebagainya. Sehingga dianggap sudah tidak mencukupi kebutuhan lagi.
Diketahui, ombak besar dan cuaca buruk masih menghantui laut utara Tuban. Saat ini, perahu besar milik nelayan lebih memilih untuk ditambatkan. Sementara mereka hanya memanfaatkan perahu kecil untuk menebar jala di pinggiran pantai.(edp)