Jalan Utama Blok Gundih Diminta Segera Diselesaikan

jalan gundih

SuaraBanyuurip.comAli Musthofa

Blora – Warga Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, meminta agar pembangunan jalan yang menghubungkan Dusun Tambak, Desa Sumber (Kradenan) menuju Desa Temulus, Kecamatan Randublatung,  segera diselesaikan.

Pasalnya, jalan penghubung antar kedua sumur yang menjadi sumber gas ke Central processing plan (CPP) Gundih itu hingga kini pembangunannya baru dilapisi material batu, sehingga menjadikan warga kesulitan untuk melewatinya.

Kepala Desa Sumber, Zakki Bachroni, mengaku, selalu menerima keluhan dari warganya agar agar pembangunan jalan tersebut dipercepat.

“Karena jalan itu akses utama warga beberapa dusun yang dilewati,” katanya pada suarabanyuurip.com, Minggu (19/1/2014).

Adapun jalan lintas desa tersebut melewati beberapa dusun diantaranya, Dusun Tambak, Gayam, Mulyorejo, Jati, Balong rejo, Sambong macan di Desa Sumber hingga Desa Temulus, Kecamatan Randublatung.

Zakki menuturkan pembangunan awal jalan itu di mulai bulan Agustus tahun lalu, dengan panjang 500 meter. “Setelah itu mangkrak lagi entah dengan alasan apa juga kurang jelas,” imbuhnya.

Akibatnya warga sempat memasang portal penutup jalan. Mereka menuntut agar pembangunan jalan itu segera dilanjutkan kembali. Karena material yang ditumpuk dipinggir jalan membuat warga sulit melaluinya terlebih saat musim penghujan.

Baca Juga :   Janji Lanjutkan Perjuangan Pahlawan

Aksi tersebut mendapat tanggapan Pertamina, operator Blok Gundih dan kemudian mendatangkan material termasuk slender untuk melanjutkan pekerjaan. Namun pemerataan material batu yang menghampar ke badan jalan sepanjang hampir 1 Km itu belum diratakan atau dilindas slender.

“Seharusnya pihak kontraktor mensiasatinya dengan menggarap separo badan jalan dulu atau penataan batunya per beberapa meter dulu bukan terus sepanjang hampir 1 Km,” saran Zakki.

Terpisah, Legal and Relathion Manager PT. Pertamina Asset 4, Arya Dwi Paramita, memaklumi adanya keluhan dari warga tersebut. Karena itu pihaknya sudah meminta Konsorsium IKPT – Adhi Karya sebagai kontraktor utamanya segera memerintahkan sub kontraktornya untuk menyelesaikan pembangunan jalan tersebut.

“Sementara kondisi jalan itu sudah dikasih pasir batu (sirtu) pemadat jalan agar bisa dilewati oleh warga,” jelasnya.

Menurut Arya, pembangunan jalan itu nantinya akan diaspal. Sebelum diaspal, tentunya harus diratakan dengan tataan batu yang diberi sirtu pemadat kemudian di ratakan dengan mesin slender.

“Setelah tahapan awal pemerataan kondisi jalan itulah akan dilanjutkan dengan proses pengaspalan,” ungkpa Arya.(ali)

Baca Juga :   Nataru 2025, Smartfren Catat Peningkatan Traffic Tertinggi di Jawa Barat dan Jawa Tengah

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *