Nelayan Tak Melaut Penjual Solar Kelimpungan

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan- Cuaca ekstrim yang melanda daerah Pantura Lamongan, Jawa Timur menjadikan ratusan nelayan  tidak melaut.

Dari pantauan, sepanjang pesisir pantura di Kecamatan Brondong hingga Kecamatan Paciran, ratusan perahu dan kapal nelayan disandarkan. Beberapa pelabuhan terlihat dipenuhi perahu karena tidak ada nelayan yang melaut.

“Sudah hampir tiga minggu nelayan prei miyang (melaut), Mas. Kalau tetap nekad, nyawa taruhannya, “ kata Pandi, salah satu nelayan di Desa Sedayu Lawas, SuaraBanyuurip.com, Selasa (21/1/2014).

Nelayan lainnya Bakir membenarkan, hujan yang turun setiap hari menjadikan gelombang laut cukup tinggi. Jika tetap melaut  dikuatirkan perahu akan hancur digulung gelombang besar.

Gelombang yang cukup besar tiada henti menghantam pelabuhan tempat para nelayan menyandarkan perahu. Saking besarnya gempuran gelombang, perahu milik Sampuri warga Desa Labuhan, Kecamatan Brondong hancur saat disandarkan di TPI Labuhan.

Selama tidak melaut, para nelayan memilih untuk memperbaiki jala atau perahu yang rusak. Untuk mencukupi kebutuhan keluarga nelayan mengaku harus mencari hutangan atau memakai uang celengan.

Baca Juga :   Pertamina EP Tegaskan Lakukan Pembayaran ke Paguyuban

Tidak adanya nelayan yang melaut juga berdampak pada para bandar (juragan) yang menyediakan kebutuhan solar untuk perahu nelayan selama melaut. Biasanya para bandar ini menjadi jujugan nelayan untuk hutang solar dan kebutuhan melaut lainnya. Nelayan baru akan membayar pinjaman jika sudah pulang dan menjual hasil tangkapan.

“Untuk mendapatkan solar, kami sudah menjalin kerjasama dengan Stasiun Pengisian Dealer Nelayan (SPDN), harus ada ijin resmi menjadi agen solar nelayan, “ ujar Umi, salah satu bandar dipelabuhan Brondong.

Usaha sebagai bandar muncul karena biasanya nelayan berat jika membeli solar dengan uang tunai ke SPDN atau SPBU.

“Sejak nelayan tidak melaut, penghasilan bandar menurun tajam mas. Entah sampai kapan nelayan bisa melaut lagi, “ keluh Umi. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *