SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Jakarta – Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menegaskan, cuaca buruk di laut Jawa menyebabkan putusnya tali pengikat FSO Cinta Natomas dari alat tambat (single buoy mooring)Â pada Selasa, 21 Januari lalu.
“Untuk sementara terjadi penghentian pengiriman minyak mentah dari lapangan Mudi,†kata General Manager JOB Pertamina Petrochina East Java (PPEJ), Eddy Frits Dominggus.
Dia mengatakan, perbaikan diperkirakan akan memakan waktu sekitar 5 hari, itupun bergantung keadaan cuaca. “Bila cuaca seperti ini kondisinya maka perbaikan butuh waktu lebih lama,” kata Eddy Frits.
Dia mengatakan, telah melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan agar tidak menimbulkan dampak lebih luas. FSO Cinta Natomas sempat terseret beberapa ratus meter ke arah Timur. Kemudian dengan bantuan dua tug boat, akhirnya FSO buang jangkar dan tambat sekitar lima kilometer dari lokasi sandar semula.
Akibat peristiwa itu selang penyalur minyak mentah juga terputus, sehingga ada sebagian minyak tersisa di dalam selang yang tumpah ke laut. Tumpahan minyak itu akan langsung dibersihkan begitu cuaca membaik.
Sementara itu Kepala Bagian Humas SKK Migas, Elan Biantoro, menambahkan, produksi lapangan Sukowati yang dikelola JOB PPEJ sebesar 29.000 barel minyak per hari dan 26 juta kaki kubik gas bumi per hari. Situasi ini tidak sampai mengakibatkan shut down total. Alasannya, produksi minyak masih bisa ditampung di Central Processing Area (CPA) Mudi.
“Produksi turun menjadi 8.900 barel per hari dan 18 juta kaki kubik. Begitu bisa diperbaiki produksi akan ditingkatkan lagi,” kata Elan.
Hal yang sama terjadi di lapangan Banyuurip dengan kontraktor Mobil Cepu Ltd (MCL) dan Pertamina EP Cepu yang menghentikan penyaluran produksi ke FSO Cinta Natomas. Produksi lapangan Banyuurip dioptimalkan penyaluran ke kilang Tri Wahana Universal (TWU) dan tangki geolink.
“Produksi turun dari 28.000 barel per hari menjadi 21.000 barel per hari,†ungkapnya.
Sementara Pertamina EP Cepu tidak mengurangi produksinya sebesar 2.100 barel per hari karena akan ditampung di tanki field cepu selama 10 hari ke depan. (rien)