Aktifitas Pelabuhan Dihentikan

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Putusnya tali pengikat Floating Storage and Offloading (FSO) Cinta Natomas milik Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) di perairan laut Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Selasa kemarin, relatif aman dari pencemaran didalam laut utara.

Sumber suarabanyuurip.com di SKK Migas mengatakan, tidak sampai terjadinya pencemaran lingkungan itu karena minyak yang sedang diangkut berada didalam tanki. Selain itu kejadian naas kapal FSO hanya sebatas putus tali pengikat.

“Kalaupun ada yang tumpah, kemungkinan air dari potongan selang yang berasal dari pemisah antara minyak dan air,” ujar sumber tersebut.

Menurut sumber itu, kalaupun ada sebagian kecil minyak yang tumpah, akan tersapu oleh terjangan ombak yang pada saat ini sedang tinggi. “Tinggi gelombang ombak sekarang berada diatas 3 sampai 4 meter lebih,” tegas dia.

Disamping itu, kejadian tersebut juga karena pengaruh cuaca yang memburuk. Karenanya, saat ini semua aktivitas pengiriman minyak disemua pelabuhan untuk sementara dihentikan. 

“Pelabuhan di Lamongan dan Tanjung Perak juga berjenti,” imbuh dia. 

Baca Juga :   Kedelai di Blok Tuban Kerap Gagal Panen

Kegiatan pengiriman dipelabuhan, diperkirakan baru bisa kembali dilakukan mulai Sabtu (25/1/2014) depan. Sebab diprediksi cuaca akan kembali normal. “Idealnya kondisi gelombang dibawah 2 meter dan kecepatan angin rata-rata 20 knot,” terangnya.(roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *