SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro  - Naiknya harga LPG ukuran 12 kilogram (Kg) pada awal tahun 2014 ini yang mencapai 86 persen membuat agen di lapangan kelimpungan. Sebab pendapatan mereka sehari-harinya berkurang hampir separo dari sebelumnya.
Salah satu agen LPG di Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sukirno (40), mengatakan, sebelum Pertamina menaikkan harga LPG ukuran 12 Kg mampu meraup untung Rp10.000 sampai Rp 15.000 setiap harinya.
“Tahun lalu saya ambil untung dari penjualan tabung dan jasa mengantar. Tapi sekarang sehari hanya tinggal Rp5 ribu,” ujar bapak satu anak ini.
Dia menyatakan, menurunnya pendapatan itu dikarenakan saat ini banyak masyarakat yang beralih ke LPG 3 Kg dengan kenaikan harga LPG 12 Kg. Stoknya yang semula  sebanyak 12 tabung, kini tinggal 1 tabung. Sebab pelanggannya tidak hanya dari tingkatan rumah tangga, tetapi juga pedagang kaki lima dan industri rumahan beraliih semuanya.
“Tabungnya banyak yang dijual, jadi tinggal ukuran 3 Kg saja,” imbuhnya.
Terpisah, Lia (30), warga Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Bojonegoro, mengaku, usaha katering miliknya tetap berjalan meskipun harga LPG ukuran 3 Kg naik sebesar Rp 2000 tiap tabung. Untuk mensiasati kenaikan itu dirinya terpaksa mengurangi porsi makanan baik itu ukuran maupun isi.
“Kalau rasa tetap sama, tapi ukuran saja yang dirubah. Untuk menghindari kerugian, Mbak,” sergah wanita yang sudah empat tahun menekuni usaha katering itu.(rien)