SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Meski belum selesai secara maksimal namun jalan poros Desa Bonorejo ke Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur yang masuk terowongan (tunel) kini mulai dimanfaatkan oleh warga setempat.
Seorang warga Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Jodi, mengatakan, sudah sekira tiga minggu yang lalu jalan poros Desa Bonorejo-Brabowan atau yang biasa disebut jalan trowongan kampung tunnel itu sudah bisa dipergunakan oleh warga.
“Sudah sejak awal Januari lalu trowongan kampung tunnel sudah boleh dilewati warga baik menuju sawah maupun langsung ke Brabowan, Mas. Tapi, itu sudah diperbolehkan secara resmi atau belum saya tidak tahu persisnya,” kata Jodi kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (24/01/2014).
Dia menjelaskan, diperbolehkannya jalan trowongan itu dilalui warga karena jalan setapak yang berada di barat kampung tunnel yang biasanya digunakan warga sudah dipagari. Lain itu, jalan alternatif sementara yang biasa dilalui warga sejak proyek kampung tunnel dikerjakan licin jika kondisi hujan turun. Sehingga, warga memilih lewat jalan trowongan tersebut.
“Alhamdulillah warga Puduk kalau mau ke sawah sekarang tidak perlu lagi memutar lewat jalan sementara yang ada didalam proyek lewat jalan trowongan sudah bisa. Namun, yang boleh lewat khusus pejalan kaki dan pengendara roda dua. Sedangkan, untuk roda empat belum boleh, Mas,” jelasnya.
Community Affairs PT Tripatra Engineers & Constructors, kontraktor proyek EPC-1, Budi Karyawan, mengatakan, secara resmi jalan tersebut belum diperbolehkan untuk dilewati warga.
“Intinya, jalan trowongan kampung tunnel itu belum boleh dilewati, Mas. Kalaupun ada warga yang lewat itu perlu kita cek dulu,” sambung Budi Karyawan.(sam)