SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur akan mengajukan tambahan pupuk kepada PT Petrokimia Gresik untuk mencukupi kebutuhan pupuk para petani di musim tanam sekaligus menghadapi musim kemarau tahun ini.
Kepala Dinas Pertanian, Ahmad Djupari, mengatakan, ada lima jenis pupuk yang diajukan diantaranya urea, SP-36, ZA, NPK Phonska, dan Petroganik dengan total kebutuhan sebanyak 342 ton. “Dari total sekian ada tambahan untuk pupuk urea sebanyak 30.843 ton, SP-36 sebanyak 10.467 ton, ZA 13.784 ton, Petroganik 183.376 ton dan NPK Phonska sebanyak 78.743 ton,â€tegasnya.
Dia menyatakan, dari perminataan tersebut pihak PT Petrokimia telah bersedia memberikan tambahan untuk jatah tahun ini, meskipun dalam mendistribusikan pupuk nantinya harus menunggu musim tanam terlebih dahulu.
Mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) mengatakan, rencana penambahan pupuk terhadap PT Petrokimia Gresik itu karena adanya perhitungan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) yang diajukan untuk urea 72.145 ton, SP-36 23.004 ton, ZA 26.247 ton, NPK phonska 106.140 ton dan petroganik 201.210 ton. Hanya saja, pihak PT Petrokimia Gresik hanya memberikan kuota pupuk urea 41.302 ton, SP-36 12.537 ton, ZA 12.463 ton, NPK Phonska 27.397 ton dan Petroganik 17.834 ton.
Sementara itu, untuk harga pembelian pupuk di tingkat petani mengacu pada Peraturan Gubernur Jatim No. 84 Tahun 2013 tentang Kebutuhan dan Penyaluran serta Harta Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi tahun anggaran 2014. Sesuai  aturan itu, harga pupuk urea senilai Rp1.800/kilogram, SP-36 Rp2.000/kilogram, ZA Rp1.400/kilogram, NPK phonska Rp2.300/kilogram, dan organik Rp500/kilogram.
“ Kalau untuk pupuk saat ini masih mencukupi,†tandas Djupari.(rien)