SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Operator Minyak dan Gas Bumi (Migas) Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) memastikan jika laut utara, meliputi Tuban, Lamongan, dan Gresik aman pasca terlepasnya selang penyalur minyak mentah (floating hose) FSO Cinta Natomas beberapa hari lalu.
“Dari hasil pantauan tim kami didukung SKK Migas sejak Selasa hingga Jumat, perairan disana aman, tidak ada pencemaran,” tegas General Manager (GM) JOB PPEJ, Eddy Fritz Dominggus kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (25/1/2014).
Pemantauan itu dilakukan melalui udara dengan menggunakan helikopter yang di operasikan Mobil Cepu Limited (MCL). Kemudian menyusuri jejak berdasarkan prediksi trajectori ceceran minyak yang terbawa arus laut dan angin yakni menuju ke arah timur tenggara dari titik awal FSO.
“Hasilnya tidak ditemukan minyak mentah. Jangankan genangan, cecerannya saja tidak ditemukan,” tandas Eddy.
Kondisi inipun sudah diperkirakan sebelumnya, kalau jejak-jejak minyak akan hancur dan menguap serta terurai seluruhnya secara alami akibat hempasan ombak yang mencapai 3 hingga 5 meter.
Selain itu penyusuran juga dilakukan melalui darat, dengan meminta bantuan dari Saka Indonesia Pangkah Ltd. Hasilnya sama, yaitu tidak ditemukan adanya ceceran minyak mentah yang berasal dari selang FSO tersebut.(edp)