SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Inisiasi reboisasi hutan yang mulai gundul sudah saatnya mulai diintensifkan untuk mengantisipasi dampak lingkungan, khususnya sejalan dengan adanya industri migas di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Kepala Bidang Pengawasan dan Pemantauan Lingkungan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Sutanto, mengatakan, sebaiknya mulai dilakukan reboisasi disejumlah hutan Bojonegoro yang dinilai gundul.
“Perlu perlu digalakkan lagi,” kata dia kepada suarabanyuurip.com, Senin (27/1/2014).
Susanto mengungkapkan, sejumlah hutan yang dinilai masih gundul berada diwilayah selatan Bojonegoro seperti di Kecamatan Temayang, Bubulan, Sugihwaras, Gondang dan Sukosewu.
“Kebanyakan bagian selatan yang masih gundul,” ujarnya.
Menurut dia, reboisasi dinilai penting untuk dilakukan, selain mendukung kelestarian lingkungan dan dampak industri migas, reboisasi juga mendukung ketersediaan Ruangan Terbuka Hijau (RTH).
“Kelestarian lingkungan harus saling mendukung, selain RTH harus didukung juga reboisasi agar resapan dampak industri terminimalisir,” tandas Susanto.
Namun mengenai berapa jumlah lahan hutan yang gundul untuk saat ini, pihaknya mengaku tidak tahu menahu. Namun data di Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Bojonegoro tahun kemarin, dari total 53 ribu hektare, hanya tersisa sekitar sepertiganya.
“Kalau masalah ini bukan wewenang kami,” pungkas Sutanto. (roz)