Pertamina Belum Temui Keluarga Korban

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban- Keluarga, Choirul Amin (27), korban yang hilang dalam insiden terbakarnya kapal pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) PT Pertamina, MT Providen, mengaku, hingga saat ini belum pernah ditemui salah satu pegawai atau utusan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.

“Kita sama sekali belum pernah ditemui Pertamina,” jelas Wandoyo (26), salah satu keluarga korban ketika dihubungi Suarabanyuurip.com, Senin (27/1/2014).

Wandoyo mengatakan, kalau Pertamina mempunyai iktikad baik dan merasa prihatin dengan keluarganya, seharusnya mengirimkan perwakilan dari perusahaan untuk menemui keluarganya.

“Minimal memberi kabar kepada kami apa yang sudah dilakukan untuk mencari keluarga kami yang hilang,” jelas Wandoyo kesal.

Sementara itu, Wartono (45), yang tak lain dari ayah korban menuntut perusahaan bertanggung jawab penuh atas kejadian yang menimpa anaknya. Suami dari Rukayah (45), ibu korban, ini meminta agar anaknya segera ditemukan entah dengan kondisi apapun.

“Saya ingin anak saya ditemukan, bagaimanapun keadaannya,” tambah Wartono.

Diketahui, Choirul Amin, merupakan anak pertama dari Wartono dan Rukayah. Pemuda ini diketahui berangkat bersama lima temannya yang lain pada hari Jumat (24/1/2014) sekitar pukul 4 pagi. Korban memang selama ini bekerja sebagai Mooring Gang, yaitu memasang selang pipa minyak yang dialirkan melalui pipa bawah laut dari Terminal Bahan Bakar Minyak Tuban (TBBMT) PT Pertamina ke kapal tangker pengangkut BBM.

Baca Juga :   Jalan Sekitar Kantor Pertamina Cepu Rusak Parah

Kejadian tragis ini terjadi pada pukul 12:00 pada hari yang sama, ketika selang yang di pasang ke kapal tangker ternyata masih mengeluarkan minyak ketika pengisian uji coba. Ketika petugas akan melakukan pembenahan, cuaca yang tidak bersahabat menjadikan rantai bodi kapal mengalami gesekan dan menimbulkan percikan api serta menyambar bodi kapal.

Pengakuan dari temannya, saat itu semua orang yang berada di kapal langsung terjun ke laut. Tapi naas, ketika terjun korban tidak mengenakan pelampung sehingga dimungkinkan tenggelam akibat cuaca buruk. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *