SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Standart tinggi dan pengalaman kerja diindustri migas berpotensi, tampaknya, akan menjadi kendala calon tenaga kerja (naker) lokal Bojonegoro, Jawa Timur untuk terlibat di proyek Gas Cepu, baik di Lapangan unitisasi Jambaran- Tiung Biru (JTB) dan terintegrasikan Lapangan Cendana.
Ketua Karang Taruna (Kartar) Desa Cendono, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Joko Bagus Nugroho, menegaskan, pemuda di desanya telah siap terlibat jika proyek Gas Cepu di Lapangan Cendana dimulai. Karena pemuda setempat sudah melakukan persiapan salah satunya dengan mencari sertifikasi migas di Pusdiklat Migas Cepu, Jawa Tengah.
Sedangkan saat disinggung mengenai pengalaman kerja, dia menyatakan, jika sebagian pemuda telah memiliki pengalaman di migas.Terutama yang di wilayah Cepu dengan operator Pertamina EP Cepu dan Asset 4.
“Sebagian sudah ada yang berpengalaman dimigas,” kata dia.
Namun demikian, untuk berapa lama standar pengalamannya dia belum tahu pasti. “Setahu saya cukup satu tahun,”ujarnya.
Field Public and Government Affairs Manajer MCL, Rexy Mawardijaya, memilih tidak berkomentar saat suarabanyuurip.com mengkonfirmasi tentang prasyarat diberlakukannya sertifikasi dan pengalaman kerja diindustri migas.
Sebelumnya operator Lapangan unitisasi JTB, PEPC menyatakan, jika peluang kerja yang ada di Pertamina cukup banyak.Sehingga semuanya berpeluang memiliki peluang untuk dapat terlibat didalam proyek Gas Cepu.(roz)