SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Pemuda sekitar proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu menyarankan agar para pemuda yang terlintas proyek unitisasi Lapangan Jambaran-Tiung Biru (TBR) terintegrasikan Lapangan Cendana agar lebih pro aktif sejak awal.
Hal itu diungkapkan, Sutrisno, warga Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. “Karakter masyarakat setiap daerah tentunya berbeda, namun sistem perusahaan menurut saya sama,” kata pemuda yang sekurity PT.MMP ini kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (29/1/2014).
Sistem yang dimaksudkan, kata dia, dalam menyerap tenaga kerja, pemuda lokal, khususnya yang kebanyakan masih pengangguran dijadikan sasaran perekrutan tenaga unskill. “Kebanyakan jadi Satpam. Sedangkan pemudanya rata-rata juga merasa cukup dijadikan Satpam, apalagi kalau diminta bayar jangan sampai mau,” ujarnya.
Sekadar membagi pengalaman, dia menyarankan, agar mulai saat ini pemuda sekitar gas Cepu segera bersiap diri untuk mencari ketrampilan yang diakui. “Seperti mengelas atau yang lain dan bersertifikat,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu pemuda Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari, Musta’in, kepada Suarabanyuurip mengaku, belum tahu mengenai perkembangan proyek. Namun demikian, dia menyatakan sejauh ini tidak ada niat terlibat diproyek.Pemuda lulusan salah satu sekolah menengah ini lebih memilih berwirausaha.
“Mau bagaimana lagi, kita kan tidak punya pengalaman sama sekali,” katanya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Pemkab Bojonegoro, Adi Wicaksono, mengatakan warga gas Cepu mempunyai peluang yang sama dalam pelibatan tenaga kerja. “Tetap berkesempatan bekerja pada sub kontraktor disana nantinya,” ujarnya singkat. (roz)