SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Sebanyak 20 pemuda Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar pertemuan di rumah kepala rukun tetangga (RT) III desa setempat, Rabu (29/1/2014) malam. Dalam pertemuan itu mereka mebahas tentang keinginannya untuk dipekerjakan di proyek pemboran migas PAD#B Lapangan Sukowati, Blok Tuban yang di operatori Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ).
Salah satu perwakilan pemuda setempat, Iwan (25), mengatakan, saat ini masih melakukan pertemuan di rumah ketua RT III untuk membicarakan langkah yang akan di tempuh agar tuntutan para pemuda dipenuhi.
“Selama ini kami dipekerjakan di luar proyek seperti sweeper dan wachman, gajinya saja satu bulan tidak penuh,” ujar Iwan, mengungkapkan.
Dia menyampaikan, gaji yang diterima semestianya rata-rata Rp 1.300.000 tiap bulan. Namun jumlah  terkadang tidak sepenuhnya diterima. Berbeda dengan di dalam lokasi proyek, seperti security dan lain sebagainya.
“Yang bekerja itu banyak orang dari luar Bojonegoro, kami berani jamin itu,” tandasnya.
Iwan mengatakan, jika memang moving rig 10 dilakukan tanpa memperhatikan permintaan para pemuda, maka mereka mengancam akan melakukan demo.
Sementara itu, Ketua RT III, Komari, belum bisa memberikan komentarnya terkait hal tersebut karena masih dalam pembicaraan.
“Belum ada hasilnya Mbak, kami masih cari jalan terbaik untuk menyampaikan permintaan para pemuda,” sergahnya.
Dikonfirmasi terpisah, Field Administration Superintendat JOB P-PEJ, Basith Syarwani, mengaku belum mengetahui terkait permintaan para pemuda Desa Ngampel.
“Saya belum tahu,” jawabnya melalui short message service (sms).(rien)