Warga Blok Tuban Pasok Palet ke Holcim

Pembuat Palet

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro –Petani dari Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Pamuji (40), ini termasuk petani yang kreatif. Warga desa ring 1 sumur migas Sukowati, Blok Tuban ini memproduksi Palet (lantakan kayu) untuk atas meletakan barang, demi menambah penghasilan keluarganya. 

Dia menuturkan, dalam membuat balok-balok Palet tersebut sengaja dilakukan di depan lokasi PAD#B Lapangan Sukowati, Blok Tuban yang dioperatori Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ).

“Saya sengaja menumpuk kayu dan membuat Palet di depan lokasi Pad B, biar tahu kalau kami bisa membuat Palet. Siapa tahu mereka berminat dan membelinya dari saya,” katanya.

Pamuji mengungkapkan, selama ini sudah berusaha meminta bantuan dari JOB P-PEJ untuk memodali usaha tersebut melalui program pemberdayaan masyarakat, namun tidak kunjung direalisasikan. Akhirnya, dengan usaha sendiri mencari pembeli Palet dari daerah tetangga.

Alhamdulilah, PT Holcim di Tuban mau membeli palet dari saya,” imbuhnya.

Dia mengatakan, awalnya dikerjakan sebanyak 10 sampai 15 pekerja yang diambil dari desa setempat. Tetapi, karena buatan tangannya kurang bagus terpaksa hanya menggunakan 7 orang saja. Hal itu sebenarnya sangat disayangkan, tapi karena dibutuhkan sebuah ketrampilan terpaksa dilakukan.

Baca Juga :   Dana Desa Rawan Diselewengkan

“Ini seharusnya jadi perhatian JOB P-PEJ, bagaimana memberdayakan masyarakat sekitar,” imbuhnya.

Dalam pembuatan Palet ini membutuhkan kayu puruk yang terdiri dari pohon mangga dan trembesi yang diambil dari desa-desa tetangga. Satu hari mampu menghasilkan 40 Palet, dan dua kali dalam seminggu dikirim ke PT Holcim, perusahaan semen yang memiliki pabrik di Tuban.

“Kalau sampai 2.000 buah Palet, saya minta stop. Cukuplah buat balik modal dan keuntungan, saya kasih kesempatan buat yang lain,” imbuhnya.

Dia menyatakan, dengan modal Rp45 juta usaha yang baru digelutinya awal bulan Januari 2014 ini mampu mengupah karyawannya Rp50.000 tiap harinya. Meskipun modal belum kembali, namun optimis mampu meraup untung.

“Ukuran Palet ini dari kayu balokan kecil berukuran 10×8 Cm dengan panjang 20 Cm, harus benar-benar siku,” paparnya.

Dengan ketebalan papan 3 Cm, ketinggian palet 17 lubang 8 Cm, mampu menampung semen-semen milik PT Holcim. Bahkan, sebenernya JOB P-PEJ pun bisa memanfaatkan Palet tersebut. Hanya saja belum mengetahui jika warga Ngampel mampu membuatnya.

Baca Juga :   Bojonegoro Panen Janda Muda, 1.063 Istri Ajukan Gugat Cerai Hingga Juni 2023

“Kami berharap, JOB P-PEJ memberdayakan masyarakat sekitar bukan hanya saya,” tandasnya.
 (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *