SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menyoroti kegiatan perbaikan jalan provinsi Bojonegoro – Padangan  yang kurang memperhatikan keberadaan saluran air di sepanjang bahu jalan.
“Kami sedang melakukan pemantauan di lapangan, karena kegiatan mereka menutup gorong-gorong atau aliran air di bahu jalan,” Kata Kepala Bidang Pengawasan dan Pemantauan Lingkungan BLH Bojonegoro, Sutanto kepada suarabanyuurip.com, Jum;at (31/1/2014).
Dia menjelaskan, tinggi antara rumah warga dan jalan raya yang terbuat dari beton tersebut lebih tinggi jalan raya. Sehingga apabila material menutup gorong-gorong  bisa menyebabkan banjir dan menggenangi rumah warga.
“Mereka harus mengembalikan fungsi gorong-gorong, kalau tidak air  hujan akan turun dan langsung menuju permukiman. Apalagi di sepanjang jalan raya ini kan rumah,” tegas Sutanto.
Untuk menyelesaikan persoalan itu BLH segara akan berkoordinasi dengan Bina Marga Bojonegoro. Selain itu juga mengirimkan surat teguran kepada kontraktor pelaksananya.
“Kami akan segera memberikan peringatan agar mereka mengembalikan fungsi gorong-gorong kembali,” tandasnya.(rien)