SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Sejak hari Jumat (31/02/2014) kemarin, suasana proyek ladang migas Banyuurip, Blok Cepu di wilayah Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur tak seramai dari hari-hari sebelumnya. Aktivitas para tenaga kerja (Naker) di proyek yang dioperatori Mobil Cepu Ltd (MCL) pun sepi, menjelang pelaksanaan Pilkades di sejumah desa sekitar. Â
Dari pantauan di lapangan menyebut, menurunnya aktifitas naker kususnya Naker asal dari desa sekitar Banyuurip itu, seiring hendak dilaksanakan Pilkades di enam desa di wilayah Kecamatan Gayam, Bojonegoro yang akan digelar Minggu (2/2/2014). Enam desa itu adalah, Desa Gayam, Katur, Sudu, Brabowan, Bonorejo, dan Desa Mojodelik.
Seorang warga Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Warlan, mengatakan, sejak hari Jumat kondisi aktifitas Naker proyek Banyuurip menurun. Karena, yang mayoritas Naker lokal desa ring satu itu kemungkinannya meliburkan diri dalam menjelang Pilkades di desanya masing-masing.
“Contohnya proyek di kampung tunnel yang masuk wilayah Engineering Procurement and Construction (EPC)-1 itu sejak kemari sudah menurun. Bahkan, sekarang malah libur total, Mas,” kata Warlan kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (01/02/2014).
Terpisah, Community Affairs PT Tripatra Engineers & Constructors, kontraktor proyek EPC-1, Budi Karyawan, membenarkan, terkait dengan menurunnya aktifitas Naker di proyek EPC-1, Banyuurip.
“Benar, Mas, Naker asal desa sekitar banyak yang tidak masuk. Ya kemungkinan imbas dari Pilkades itu, Mas,” kata Budi Karyawan via telepon.
Dia menjelaskan, hampir keseluruhan Naker asal desa sekitar baik ring satu maupun dua yang tidak masuk kerja. Sehingga, membuat kondisi pelaksanaan proyek Banyuurip terganggu. Sekalipun waktunya tidak lama.
“Jumlahnya sekira 1.700 – 1.800 orang Naker. Namun, secara pastinya masih kita lakukan pengecekan, Mas,” jelasnya. (sam)