SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Para Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Lamongan, DPRD Provinsi Jawa Timur, dan Caleg DPR RI dari berbagai Parpol beramai-ramai merayu Kepala Desa (Kades), agar bersedia menjadi tim sukses untuk menyukseskan pencalegan mereka.
Cara ini dianggap paling jitu karena Kades dipandang memiliki basis massa cukup kuat. Bahkan mereka merupakan tokoh masyarakat yang ditingkat desa dianggap paling berpengaruh di desanya.
Dari penelusuran Suarabanyuurip.com menyebutkan, hampir semua Kades mengaku pernah didatangi para Caleg yang meminta agar dibantu mencarikan massa. “Banyak Caleg yang datang untuk minta dibantu, Mas,“ kata Kades Ngambek, Kecamatan Pucuk, Lamongan,  Muta’din, Sabtu (1/2/2014).
Selama datang para Caleg tersebut, awalnya mengatakan bersilaturohim. Namun, ujung-ujungnya mereka meminta kesediannya untuk membantu mencarikan massa dari warganya.
Hal yang sama diakui kades Kendal, Kecamatan Sekaran, Rois Purwo. Selama musim pencalegan sedikitnya lima Caleg dari beberapa Parpol yang mendatanginya.
“Kalau melihat aturannya sudah jelas. Kades tidak diperbolehkan turut dalam politik praktis. Jadi pintar-pintarnya kita menolak tawaran mereka, “ ujar Purwo yang baru 6 bulan menjabat kades tersebut.
Beberapa kades di wilayah Kecamatan Karanggeneng, Kalitengah, dan Kecamatan Sukodadi juga mengatakan, para caleg banyak yang datang merayu dengan halus atau terang-terangan meminta agar kades menjadi tim suksesnya.
Para caleg biasanya datang ke rumah Kades membawa bingkisan berupa gula, sembako dan barang lainnya. Selain itu mereka juga menjanjikan kepada Kades akan memberikan sejumlah bantuan pembangunan fisik, jika nanti terpilih menjadi anggota dewan. Mereka yang berani menjanjikan proyek biasanya merupakan Caleg incumbent yang masih berambisi duduk di kursi Dewan lagi.
Para kades yang dimintai bantuan para Caleg mengaku sering sulit bersikap. Karena banyak dari caleg yang datang adalah mantan kepala desa yang mengadu keberuntungan menjadi Caleg. Selain itu banyak caleg incumbent yang selama menjabat anggota DPRD Lamongan juga memberikan bantuan proyek didesanya.
“Pilihan yang dilematis, Mas.  Satu sisi sebagai Kades terikat aturan tidak boleh bermain politik praktis. Satu sisi merasa hutang budi karena diberikan proyek waktu menjadi anggota Dewan, “ ujar salah seorang Kades di Kecamatan Babat.
Untuk menyiasatinya, dirinya tidak terjun langsung menjadi tim sukses Caleg tersebut namun ‘memasang’ beberapa orang kepercayaan untuk mencarikan massa.
“Cara ini banyak dilakukan para Kades untuk membantu para Caleg yang sudah menjalin hubungan baik dengan Kades, “ tandas Kades yang tidak mau namanya ditulis tersebut. (tok)