SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Jalan poros Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur masih terlihat rusak sepanjang 800 meter sejak beberapa bulan terakhir. Meskipun sudah ada pengajuan untuk perbaikan dari desa, namun nampaknya operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) belum memperbaikinya.
“Kalau jalan rusak ya sudah lama Mbak, belum juga diperbaiki,†ujar salah satu pemuda setempat, Yanto (25), kepada SuaraBanyuurip.com.
Dia menyatakan, kerusakan jalan tersebut sudah terjadi sejak tahun 2013 tepatnya enam bulan silam saat moving rig mulai dilakukan dari Pad A di Dusun Plosolanang, Desa Campurejoke Pad B di Desa Ngampel. Â
“Seingat saya ya selama itu belum diaspal lagi,†kata pria yang bekerja sebagai wiraswasta ini.
Dia mengatakan, beberapa tokoh pemuda sempat menanyakan kepada Pemerintah Desa (Pemdes) setempat terkait kerusakan jalan tersebut. Namun jawabannya disuruh menunggu karena perbaikan menjadi tanggung jawab JOB P-PEJ.
“Katanya suruh menunggu gitu,†ujarnya.
Pantauan di lapangan, jalan yang beraspal tersebut terlihat mengelupas, berlubang dan banyak kerikil yang tidak tertata rapi. Dari keterangan sebagian warga, perbaikan pernah dilakukan sekali itupun hanya diberi tanah urug.
“Hanya diurug tanah pedel, mana bisa bagus,†kata pria setengah baya yang enggan menyebutkan namanya saat ditemui di sekitar jalan yang rusak tersebut.
Dikonfirmasi terpisah Kepala Desa Ngampel, Pujianto, belum memberikan keterangannya mengenai jalan rusak tersebut. Begitu pula Field Administration Superintendant JOB P-PEJ Basith Syarwani. Basith menyatakan, saat ini dalam perjalanan menuju Jakarta.
“Maaf nanti saya hubungi kembali, sekarang masih dalam perjalanan,†ujarnya singkat melalui Short Message Service. (rien)