SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemilihan kepala desa (pilkades) di wilayah ladang minyak Banyuurip, Blok Cepu di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur sarat politik uang. Masing-masing calon kepala desa (Cakades) menggelontorkan uang miliaran rupiah demi meraih kursi kepala desa.Â
Seperti Pilkades di Desa Mojodelik, ring 1 sumur minyak Banyuurip yang diikuti dua calon yakni Sandoyo dan Yuntik Rahayu. Sandoyo merupakan calon incumbent. Ditengarai masing-masing calon memabgi-bagikan uang kepada pemilih agar mendapatkan suara terbanyak dan memenangkan pilkades.Â
Menurut Sri Wahyuni, (28), warga Desa Mojodelik, dua calon sama sama mengeluarkan uang banyak untuk meraih simpati warga Mojodelik. Uang itu diberikan tim sukses Yuntik Rahayu kepada warga sebelum pencoblosan dengan meminta kartu keluarga (KK) senilai Rp200.000. Sementara, tim sukses Sandoyo juga meminta KK dan memberi imbalan Rp300.000.
Saat dua calon itu berkunjung ke rumah warga juga membagi-bagikan uang. Sandoyo saat berkunjung ke rumah warga memberi uang per orang Rp100.000. Begitu pula calon Yuntik Rahayu saat berkunjung ke rumah warga memberi uang per orang Rp100.000.
“Keduanya juga memberi uang anak-anak kecil senilai Rp20.000 per anak,†ungkap Sri Wahyuni kepada suarabanyuurip.com, Minggu (2/2/014).
Sri Wahyuni juga menyampaikan, kedua calon juga memberi uang pada warga yang hadir saat kampanye. Setiap orang yang datang diberi uang Rp 50.000, sedangkan anak kecil yang datang melihat kampanye juga diberi uang Rp20.000.
Masih menurut keterangannya, warga diberi uang pesangon lagi yakni tiap pemilih dapat Rp 50.000. kedua calon juga memberi uang pada anak-anak Rp10.000. “Setiap kepala keluarga dapat uang sekitar Rp1 juta lebih saat coblosan pilkades Mojodelik ini,†ungkapnya.
Pilkades di Desa Gayam juga tidak kalah sengit. Pilkades Gayam diikuti lima calon yakni nomor urut 1. Budi Utomo, nomor 2 Muhammad Abdul Syukur, nomor 3 Mahmudi, nomor 4 Suwarji, dan nomor 5 Winto.
Ditengarai Pilkades Gayam juga sarat dengan politik uang. Bahkan salah satu calon kabarnya memberi uang pada pemilih sebesar Rp300.000 sebelum coblosan.
Terpisah, Kapolsek Gayam, AKP Sudirman, menegaskan, belum menerima adanya laporan yang masuk mengenai adanya money politik yang dilakukan oleh masing-masing calon kepala desa dari 6 desa yang melaksanakan Pilkades hari ini.
“Tidak ada laporan adanya dugaan money politik,” ujarnya singkat.(rien)