SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Pihak Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menyatakan tidak ada lagi para pekerja proyek Banyuurip, Blok Cepu yang dikeluarkan sementara dari kontrakan atau kos-kosan di wilayah Gayam karena pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) di wilayah setempat sudah selesai, Minggu (2/2/2014) kemarin.
“Oh, yang itu sudah tidak ada masalah,” kata Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Gayam, Djaelani kepada Suarabanyuurip.com, Senin (3/2/2014)
Dia mengatakan, persoalan tersebut sudah diselesaikan oleh pihak kepolisian setempat dengan Dirpam Obvit proyek Blok Cepu. “Antar komandannya sudah saling berkoordinasi,” ujar Jaelani, menambahkan.
Sebelumnya, kontraktor engineering, procurement and construction (EPC) – 1 Banyuurip, PT Tripatra Engineers & Constructors, mengklaim jika ada sekira 2000 sampai 3000 tenaga kerja yang menempati sekira 52 kos-kosan warga meninggalkan messnya karena dinilai akan mengganggu pelaksanaan Pilkades di wilayah Gayam. Mayoritas mereka adalah tenaga skill. Akibatnya kegiatan di proyek Banyuurip sempat menurun.
Terkait hal ini, Field Puclic and Government Affairs Manajer MCL, Rexy Mawardiaya saat dikonfirmasi belum memberi tanggapan. (roz)