Industri Migas Kurangi Jumlah TKI Bojonegoro

adi

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Dinas Tenaga Kerja,  Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mencatat jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari wilayahnya pada tahun 2014 ini menurun drastis dari tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Disnakertransos Adi Wicaksono, mengungkapkan, sejak tiga tahun terakhir jumlah TKI dari beberapa wilayah di Kabupaten Bojonegoro menurun, bahkan di Kecamatan Gayam, Kecamatan Ngasem, dan Kecamatan Kalitidu yang masuk wilayah pertambangan minyak dan gas bumi Lapangan Banyuurip Blok Cepu yang di operatori Mobil Cepu Limited (MCL) tidak ada sama sekai.

“Penurunan itu karena masuknya industrialisasi migas dan perkembangan ekonomi yang mulai meningkat,” tandasnya kepada suarabanyuurip.com, Senin (3/2/2014).

Dia menjelaskan, jumlah TKI Bojonegoro tiap tahunnya mencapai 900 orang yang bekerja di beberapa Negara di luar negeri sebagai pembantu rumah tangga dan tenaga buruh di pabrik. Namun pada tahun 2014 data yang masuk jumlah TKI turun sebanyak 300 orang.

“Masyarakat yang banyak menjadi TKI ada di Kecamatan Dander, Purwosari dan Padangan” ujar Adi, mengungkapkan.

Baca Juga :   Pertamina Bakal Kaji Dampak Lingkungan

Adi menghimbau, kepada masyarakat yang ingin menjadi TKI agar mendaftarkan diri di Disnakertransos dan melalui jalur resmi. Karena banyak penipuan-penipuan dengan modus beragam.

“Jangan sampai tergiur oleh proses gratis dari pendaftaran, pembuatan pasport sampai transportasi. Jadi masayarakat harus jeli dan sebaiknya pendaftaran melalui kami,” pesan Adi. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *