SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Warga Desa Sugihan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur mempertanyakan kelanjutan bantuan sumur air di desa setempat yang rencananya akan diberikan Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ).
Sebelumnya, sumur air tersebut diberikan kepada sejumlah desa di Kecamatan Merakurak. Bantuan ini sebagai ganti atas produksi pertanian yang hilang ketika JOB PPEJ akan melakukan pengeboran sumur Sumber 1, di Desa Sambonggede, Merakurak, Tuban.
“Padahal sudah satu tahun lebih,” jelas salah satu perangkat Desa Sugihan, Cipwanto, kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (3/2/2014).
Cipwanto menjelaskan, kalau pekerjaan pengeboran sumur air tersebut baru sebatas pada penentuan titik. Entah kenapa hingga saat ini pekerjaan tersebut tidak kunjung dilakukan lagi. Â Selain itu juga belum pernah ada koordinasi lagi antara perangkat desa dengan JOB PPEJ, ataupun pihak yang mewakilinya.
“Kapan akan di bor? Sampai sekarang belum ada koordinasi lagi, padahal warga juga sudah mulai banyak yang bertanya kepada kami,” kata Cipwanto menanyakan kelanjutan program sumur air tersebut.
Informasi yang diterima SuaraBanyuurip.com, kalau untuk mengganti produksi pertanian yang hilang atas pemakaian lahan pertanian untuk pengeboran sumur Sumber 1, JOB PPEJ akan melakukan pengeboran sumur air di tiga desa. Diantaranya adalah Desa Sugihan, Desa Senori, dan Desa Sembungrejo, kesemuanya berada di Kecamatan Merakurak. Tapi hingga sekarang belum ada satu desa pun yang sudah dilakukan pengeboran.
Field Administration Superintendan JOB PPEJ, Hananto Aji, belum memberikan jawaban kepada wartawan SuaraBanyuurip.com ketika dikonfirmasi mengenai hal ini. (edp)