SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Jalan menuju lokasi proyek unitisasi lapangan gas Jambaran-Tiung Biru (TBR) tepatnya jalan penghubung antara Desa Ngasem ke desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur rusak berat. Kawasan jalan ini sebenarnya termasuk jalan poros kecamatan yang menghubungkan antara Kecamatan Ngasem dengan Kecamatan Gayam.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, kerusakan jalan poros Kecamatan sepanjang sekira 4 Km itu hampir sepanjang jalan. Mulai wilayah Desa Bandungrejo ring 1 sumur gas Jambaran hingga wilayah Desa Ngasem. Banyak badan jalan yang hancur sehingga membuat kondisi warga kesulitan untuk melewatinya. Kerusakan itu lebih disebabkan karena seringnya dilewati mobil tanki pengangkut limbah.
Seorang warga Ngasem, Pi’anto, mengatakan, kerusakan jalan poros desa yang masuk wilayah Perhutani itu kondisinya sangat parah. Sehingga, membuat warga petani kesulitan untuk beraktifitas bercocok tanam maupun membawa hasil panennya. Karena, banyak badan jalan yang berlubang dan penuh dengan air bercampur lumpur. Lain itu, juga arus lalu-lintas terganggu.
“Jalan poros desa yang rusak parah itu beberapa waktu lalu pernah perbaiki diurug pedel. Tapi sudah rusak lagi, Mas. Sedangkan yang baru dibangun makadam pada akhir tahun 2013 masih baik tidak rusak parah,” kata Pi’anto, Selasa (04/02/2014).
Dia menduga, kerusakan jalan itu lebih disebabkan karena sering dilewati oleh mobil tanki pembuang limbah (kotoran manusia) dari wilayah Banyuurip, Blok Cepu. Hingga saat ini kerusakan jalan itu belum dilakukan perbaikan lagi. Akibatnya, membuat kondisi petani sekitar yang menggunakan lahan perhutani mengeluh. Karena, kesulitan untuk mengangkut hasil panennya. Lain itu, baik warga maupun perangkat desa Bandungrejo hendak ke Kecamatan Ngasem juga merasa terganggu.
“Badan jalan sudah banyak yang berlubang seperti kubangan kerbau. Apalagi kondisi malam sehabis hujan kubangan tergenangi air membuat jalan licin dan rawan terjadi kecelakaan,” jelasnya.
Dia harapkan, baik perusahaan migas maupun Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bojonegoro segera memperbaiki jalan yang rusak tersebut seperti separuh jalan yang telah dibangun pada tahun 2012 silam. Agar, arus trasfortasi warga petani desa Ngasem – Bandungrejo kembali lancar.
“Saya yakin, meski jalan itu milik Perhutani asal saling berkoordinasi dengan baik pasti bisa dilakukan pembangunannya. Lain itu, masa punya sumber migas jalannya kok hancur kan memalukan, Mas,” sambung Yasir petani yang mengaku warga asal desa Dukoh Kidul, Kecamatan Ngasem tersebut.
Sekedar diketahui, jalan poros Desa yang juga sebagai penghubung sumur Alas Tua Barat (ATW), Blok Cepu di Desa Ngasem – Sumur Gas Jambaran di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro sepanjang sekira 4 kilo meter itu yang 1,8 Km sudah dibangun Pemkab Bojonegoro pada 2013. Dalam pengerjaannya, DPU Bojonegoro menggandeng CV Kencana Utama sebagai pelaksana pembangunan jalan dengan bentuk makadam. (sam)