SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur meminta Operator migas Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina – Petrochina East Java untuk memperhatikan Analisa Dampak Lalu Lintas (Andalalin) saat melakukan pengembangan Pad C dan Pad D nantinya.
“Khususnya  pada transportasi alat berat dan truk tangki,†tegas Kepala Dinas Perhubungan Iskandar saat rapat koordinasi sinkronisasi plan of development (PoD) dan RDTR di Ruang Angling Dharma, Selasa (4/2/2014).
Permintaan Dishub itu disampaikan karena hingga saat ini  JOB P-PEJ belum melengkapi Andalalin untuk pelaksanaan kegiatan di Pad B di Desa Ngampel Kecamatan Kapas yang sudah berjalan. Sehingga Dishub tidak mengetahui bagaimana akses jalan dan jenis kendaraan yang digunakan.
“Dampaknya kerusakan jalan. Jika begitu jangan melimpahkan hal itu kepada Pemkab,†tandas Iskandar.
Mantan Kepala Satpol PP Bojonegoro itu mengungkapkan, Dishub akan membuat Bojonegoro ring road lintas selatan untuk mengurai kemacetan. Karena itu diharapkan pengembangan migas oleh JOB P-PEJ nantinya mengganggu kelancaran pelaksanaan proyek tersebut.
Sementara itu, General Manager JOB P-PEJ, Edi Fritz Dominggus, mengatakan, selama ini pihaknya sudah memperhatikan arus lalu lintas saat melakukan aktifitas pengeboran. Sehingga kerusakan jalan yang terjadi bukan semata-mata karena adanya alat berat yang melintas.
“Kami tidak setiap hari mengoperasikan alat berat,†sergahnya.(rien)