SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan- Kepolisian Resort (Polres) Lamongan, Jawa Timur, akan memberikan jasa pengawalan kepada petugas stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang hendak menyetorkan uang ke bank. Pengawalan khusus itu menyusul maraknya aksi perampokan SPBU yang terjadi di wilayah setempat.
“Pengawalan akan diberikan atas permintaan SPBU dan gratis,” kata Kabag Humas Polres Lamongan, AKP Umar Dhani di konfirmasi suarabanyuurip.com.
Sebelumnya diberitakan, Polres Lamongan bekerja sama dengan Polres Sampang berhasil menangkap salah seorang pelaku perampokan SPBU di dua SPBU di Lamongan. Pelaku bernama Tahid ditangkap di Desa Omben Kabupaten Sampang, Jawa Timur.
“Tiga pelaku komplotan Tahid lainnya yang sebelumnya buron, juga telah tertangkap oleh Polres Probolinggo,” tandas Umar Dhami.
Ditangkapnya pelaku perampokan SPBU itu mendapat apresiasi para karyawan SPBU di wilayah Lamongan. Mereka mengaku lega karena bisa bekerja lebih tenang.
“Bekerja jadi lebih tenang Mas, karena komplotan perampok SPBU sudah ditangkap polisi,” kata operator SPBU Turi, Sungkono.
Pengawas SPBU di Babat, Ridwan, mengatakan, resiko bekerja di SPBU cukup besar. Diantaranya adalah ancaman perampokan yang bisa terjadi kapan saja.
“Setiap hari saya setor uang ke bank Rp50 juta-70 juta. Sering timbul perasaan was-was kalau-kalau dirampok dijalan,” ujarnya.
Sejak peristiwa perampokan SPBU di Karanggeneng dan Deket setahun lalu, setiap akan menyetor uang ke bank harus dikawal polisi.(tok)