SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan-Kondisi sarana transportasi di wilayah Kecamatan Sukorame, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur yang dikabarkan akan menjadi salah satu wilayah pengembangan eksplorasi dan eksploitasi migas Blok Nona rusak parah.
Wilayah Sukorame yang berada di ujung utara kabupaten Lamongan, berbatasan langsung dengan Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Walau Desa Sukorame berdampingan, namun perbedaan pembangunan infrastrukturnya sangat mencolok dengan Kecamatan Kedungadem.
Sarana transportasi pedesaan baik jalan poros desa maupun jalan desa di Kecamatan Kedungadem sudah dibangun beraspal dan paving. Sedang jalan pedesaan di Kecamatan Sukorame, sebagian besar masih berupa jalan tanah, berbatu, dan tergenang lumpur saat musim hujan seperti sekarang ini.
Camat Sukorame, Ernawan, mengakui, jika dari 9 desa di Kecamatan Sukorame sebagian besar jalannya masih belum tersentuh pembangunan.“Setiap tahun saya mengusulkan bantuan pembangunan jalan. Namun bantuan yang diberikan pemkab terbatas. Kewenangan camat hanya sebatas mengusulkan,†kata Ernawan kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (8/2/2014).
Di wilayah Sukorame yang kondisi jalannya bagus hanya terdapat di Desa Sukorame karena menjadi jantung kota kecamatan. Â Namun jalan antar dusun dan jalan-jalan lingkungan kondisinya masih banyak yang rusak.
“Jalan-jalan lingkungan masih banyak yang rusak mas. Entah kapan jalan Sukorame bisa dibangun mulus,†sambung  Kepala Desa (Kades) Sukorame, Anton Susilo.
Pihak kecamatan maupun pemerintah desa (Pemdes) sangat berharap infrstruktur di wilayahnya dapat menjadi baik jika nantinya Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) jadi melakukan eksplorasi dan eksploitasi migas di Blok Nona.
“Kalau benar akan ada proyek migas, tentunya Desa Sukorame akan jauh lebih maju lagi. Namun belum ada kabar sama sekali kapan akan ada eksplorasi minyak dari Pertamina EP,†pungkas Anton. (tok)