SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Para nelayan dari Desa Karangagung (wilayah barat), Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur mendatangi lokasi proyek Engineering Procurement and Construction (EPC) 3 Banyuurip yang ada di dekat pantai desa setempat, Sabtu (8/2/2014) sore.
Mereka datang beramai-ramai sambil membawa belasan jaring penangkap ikan yang rusak. Mereka menyebut rusaknya alat tangkap ikan di laut tersebut, akibat pengerjaan proyek EPC 3 yang baru saja dimulai.
Karsun (43), salah satu nelayan yang ikut mendatangi lokasi EPC 3 mengatakan, kalau rusaknya alat tangkap akibat tersangkut batuan tajam. Setahu mereka batu tersebut adalah batu yang akan digunakan untuk melakukan penanaman pipa.
“Sehingga kami minta jaring kami diganti, karena rusaknya akibat terkena batu dari lokasi proyek ini,†jelas Karsun.
Nelayan lain mengatakan, kalau selain mereka masih ada beberapa nelayan lain yang jaringnya juga ikut terkoyak. Perkiraan mereka ada sekitar 30 jala yang mengalami kerusakan.
“Karena satu nelayan bisa mempunyai 3 hingga 5 jala yang disebar ketika mencari ikan,†jelas Amri (39), nelayan yang lain.
Saat ini memang banyak sekali nelayan yang menebar jala di pinggir pantai. Alasannya akibat cuaca buruk yang melanda perairan utara, sehingga tidak memungkinkan mereka untuk beraktivitas di tengah lautan.
Diketahui, EPC 3 merupakan rangkaian proyek untuk menunjang produksi puncak lapangan Banyuurip, yang dioperatori Mobile Cepu Ltd (MCL). EPC 3 merupakan proyek penanaman pipa di dasar laut sepanjang 23 kilometer. Sebelumnya pipa yang mengarah ke laut lepas ini akan dihubungkan dengan pipa darat sepanjang 72 kilometer dari Kabupaten Bojonegoro menuju Kabupaten Tuban yang proyek EPC 2. (edp)