SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) Aset 4 Field Cepu menyatakan, dalam pengangkutan minyak mentah dari sumur Tiung Biru (TBR) sekarang ini tidak lagi menggunakan sistim unit atau harian seperti tahun 2013 lalu, melainkan ritase.
Sistim ritase itu diberlakukan sejak perpanjangan kontrak 8 unit truk tanki yang mengangkut minyak dari TBR di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur menuju Cepu, Kabuaten Blora, Jawa Tengah pada Januari 2014 lalu.
Legal and Relations PEP Asset 4 , Arya Dwi Paramita, mengatakan, sejak diperpanjang kontrak 8 unit tanki milik warga sekitar TBR yang tergabung dalam kelompok masyarakat (Pokmas) pada Januari 2014 tak lagi menggunakan aturannya harian seperti sebelumnya. Namun menggunakan sistem ritase.
“Untuk road tank sekarang sistemnya ritase, Mas. Bukan unit atau harian seperti sebelumnya,” kata Arya Dwi Paramita kepada suarabanyuurip.com melalui pesan pendek, Minggu (09/02/2014).
Dia menjelaskan, sistim ritase ini bukan penambahan armada. Namun tentang kemampuan pokmas untuk memenuhi jumlah ritase yang di butuhkan Pertamina.
“Hasil kroscek saya dengan team dilapangan adanya perubahan sistem, Mas. Bukan penambahan armada,” jelasnya.(sam)