SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Operator Migas Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operatingh Body Pertamina East Java (JOB P-PEJ) masih menunggu penetapan Rancangan Detail Tata Ruang Kecamatan untuk pengembangan Pad C dan Pad D.
Field Administration Superintendant JOB P-PEJ, Hananto Aji, menegaskan, pengembangan Pad C dan D untuk memenuhi target minyak sebesar 34,917 barel per hari (bph) dan gas sebesar 30.95 mmscfd. Namun,masih ada beberapa potensi masalah seperti pembebasan lahan yang memerlukan terobosan yakni pelimpahan kewenangan tim pengadaan tanah dari provinsi ke Kabupaten.
“Nanti jalur pipa juga akan melewati badan jalan, sementara lokasi tapak sumur mendekati rumah warga,” kata Hananto kepada suarabanyuurip.com, Senin (10/2/2014).
Hananto mengungkapkan, 9 sumur yang akan dibor untuk mendongkrak produksi minyak yang dibagi menjadi dua yakni 4 sumur di lokasi Pad C dan 5 sumur di lokasi Pad D. Untuk Pad C nama sumurnya yaitu SKW-29,SKW-30,SKW-31,SKW 33. Sementara di Pad D diantaranya SKW-28,SKW-34,SKW-35,SKW-Inj.1,dan SKW-ijn.2
“Jadi total keseluruhan sumur ada 14 dari Pad A,B,C dan D,” tandasnya.
Hananto menuturkan, JOBP-PEJ akan menyiapkan lahan di sekitar Stadion Jalan Letjen H Soedirman untuk relokasi warga yang terkena dampak pengembangan lapangan migas. Dengan catatan lokasi tersebut disetujui oleh semua pihak dengan perhitungan bebas banjir.
“Semoga masyarakat mau,disana kan bebas banjir,” kata dia.
Sementara itu, Jumali (60), warga Jalan Pondok Pinang, Kecamatan Sukorejo, mengatakan, sudah mendengar adanya rencana pengeboran yang dilakukan oleh JOB P-PEJ. Meskipun belum mengetahui secara pasti, namun kabar itu santer terdengar oleh semua warga jika sepanjang jalur milik PT PJKA harus dikosongkan.
“Kapanpun saya siap, ini kan tanah negara. Tapi paling tidak mendapatkan uang pengganti,” ujar pensiunan guru itu. (rien)