SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Dalam aksi pemblokiran di pintu masuk menuju proyek PT Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), warga dari 5 desa sekitar proyek juga menuntut salah satu karyawan Pembangkit Jawa Bali (PJB), selaku operator dari PT PLTU untuk segera ke luar dari perusahaan.
Karyawan tersebut adalah Bambang, yang oleh warga disebut sebagai Manager PJB. Bambang dianggap lalai dan tidak proaktif dengan masyarakat selama menjalankan tugasnya.
“Bambang harus turun dan ke luar dari PJB,” bunyi salah satu poster yang ditempel warga di badan bus yang dipergunakan untuk melakukan pemblokiran pintu masuk proyek PT PLTU, Selasa (11/2/2014).
Selain itu, mereka menganggap Bambang sama sekali tidak pernah melakukan komunikasi dengan masyarakat. Mereka juga menggambarkan Bambang sosok yang tidak mau peduli dengan masyarakat sekitar.
“Bambang tidak proaktif dengan masyarakat, kami meminta supaya Bambang dipecat dari jabatannya,” ujar Suwarno, koordinator aksi warga.
Selain itu, warga menyesalkan tindakan PJB yang merekrut salah satu kontraktor dari luar daerah dalam beberapa pekerjaan. Padahal warga ring 1 juga merasa mempunyai kapasitas dan kemampuan untuk menangani pekerjaan tersebut.
“Kami yakin warga di ring 1 atau pemuda banyak yang mampu dalam menangani beberapa pekerjaan, maka kami menagih janji supaya PJB melibatkan dan mengutamakan warga ring 1,” teriak Rifki (35), salah satu tokoh pemuda ring 1 dalam orasinya.
Aksi ini diikuti 5 desa ring 1 PT PLTU. Diantaranya adalah Desa Wadung, Desa Mentoso, Desa Beji, Desa Kaliuntu dan Desa Rawasan. Kesemuanya berada di Kecamatan Jenu. Pantauan Suarabanyuurip.com, hingga dua jam warga melakukan aksi pemblokiran, masih belum ditemui oleh pihak PJB atau yang mewakilinya. (edp)