25 Pemuda Bojonegoro dapat Pelatihan di Pusdiklat Migas

pelatihan

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Peminat pelatihan dan sertifikasi bidang migas membludak. Sejak pendaftaran dibuka oleh Dinas tenaga Kerja dan Transmigrasi Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jum’at (7/2/2014) kemarin, sebanyak 395 peserta mendaftarkan diri mengikuti  pelatihan operator lantai bor.

Kepala Disnakertransos Bojonegoro, Adi Wicaksono, mengungkapkan, ratusan pendaftar itu telah mengikuti sesi tes tulis, wawancara dan tes kesehatan pada Rabu (11/2). Hasilnya dari 395 peserta  sebanyak 25 orang dinyatakan lulus.

“Besok langsung dikirim ke Pusdiklat Cepu untuk mengikuti pelatihan selama tiga bulan dan acaranya dibuka langsung oleh Kementrian ESDM ,” tandas Adi kepada suarabanyuurip.com, Rabu (12/2/2014).

Dia menjelaskan, pelatihan dan sertifikasi untuk operator lantai bor ini menelan biaya sangat besar yaitu Rp35.000.000 tiap orang dengan fasilitas mess untuk menginap, seragam, sepatu dan kebutuhan lainnya saat mengikuti pelatihan. Namun, biaya tersebut ditanggung oleh operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, Mobil cepu Limited (MCL), sebagai salah satu program Corporate Sosial Responsibility CSR).

Baca Juga :   Proyek Pipa Blok Cepu Molor

Rencananya, lanjut Adi, para peserta pelatihan tenaga operator bor lantai itu akan dikirim ke luar Bojonegoro, salah satunya di Qatar.

“Kalau mereka mau dikirim ke luar negeri di Qatar sana akan kami fasilitasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Public and Goverment Affairs Manager MCL, Rexy Mawardijaya, mengungkapkan, pelatihan yang diberikan kepada pemuda lokal Bojonegoro itu adalah salah satu program sosial MCL yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Pusdiklat Cepu dan SKK Migas.

“Semoga bermanfaat bagi pemuda lokal dan menjadi bekal unruk mendapatkan pekerjaan,” tandasnya. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *