Ketidakhadiran Pemilih di Pilkades Bukan Politis

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Ketidakhadiran pemilih pada pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sedahkidul, Kecamatan Purwosari, Kebupatan Bojonegoro, Jawa Timur pada pelaksanaan pilkades hari minggu lalu dinilai tidak berpotensi politis.

“Sebanyak 74 warga yang berhalangan hadir setelah saya kroscek rata-rata memang tidak bisa hadir,” kata Ketua Panitia Pilkades Sedahkidul, Achmad Patkun kepada suarabanyuurip.com, Kamis (13/2/2014).

Dengan kata lain, kata dia, warga yang berhalangan hadir kebanyakan sedang berada di perantauan untuk bekerja. Sedangkan sisanya sakit. “Artinya muatan politisnya atau yang katanya suaranya dibeli potensinya kecil,” terangnya.

Dia mengungkapkan, hasil imbang pada pilkades periode tahun ini seperti
mengulang sejarah. Panitia memutuskan akan tetap menggelar pilkades ulang pada hari Minggu (16/2/2014) depan.

“Minggu depan putaran terakhir, bareng sama Desa Cendono, Kecamatan Padangan,” ujarnya.

Pada pelaksanaannya nanti jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) masih tetap sama, 811. Hanya saja, untuk calon ketiga dinyatakan kalah. “Sesuai peraturan yang bertarung hanya calon yang imbang,” tuturnya.

Sedangkan, sumberdana pelaksanaan akan diambilkan dari APBD dan APBDes. “Kalau pihak ketiga akan dibicarakan lagi,” ucapnya.

Baca Juga :   Pemkab Tuban Dukung Penuh Program Pertanian Organik PEP Sukowati Field

Diberitakan sebelumnya, pilkades Sedahkidul berakhir imbang. Calon Kades nomor urut 1, Catur Pujianto memperoleh 264 suara, Nomor 2, Moch.Choirul Huda, 264 suara, dan Nomor urut 3. Yakum Yeni 195 suara. Tidak sah 14 suara. Tidak hadir 74 suara, dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 811 suara. (roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *