Omzet SPBU di Lamongan Turun 5 Persen

SuaraBanyuurip.com Totok Martono

Lamongan- Hujan debu yang terjadi sejak, Jumat (14/2/2014), pagi berdampak pada penurunan omzet penjualan bebeberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Lamongan, Jawa Timur.

Beberapa SPBU yang berlokasi di sepanjang jalan nasional Babat-Lamongan sejak pagi hingga menjelang siang hari terlihat lengang. Hujan debu yang terjadi akibat letusan Gunung Kelud semalam membuat lalu lintas terlihat sepi, dan berdampak pada turunnya pembelian BBM.

“Hari ini pembelian sepi, Mas, “ kata salah satu operator SPBU di Kecamatan Turi, Safuan,  kepada SuaraBanyuurip.com.

Sepinya pembelian SPBU menurutnya disebabkan hujan debu yang terjadi sejak pagi sehingga orang enggan bepergian.

Keluhan sepinya SPBU juga dilontarkan pengawas SPBU Babat, Kenthus. “Jumlah pembeli turun sekitar lima persen, Mas. Biasanya kalau pagi  ramai motor orang yang hendak berangkat kerja  mengisi premium tapi sekarang sepi,” ujarnya singkat.

Para pengendara motor yang hendak mengisi premium di SPBU menutupi mulutnya dengan masker. Beberapa diantaranya menggunakan sapu tangan sebagai pengganti masker.

Baca Juga :   Siapkan SDM Sektor Hulu Migas, SKK Migas-KKKS Adakan Rekrutmen Bersama

“Mau nengok keluarga di RS Muhammadiyah, Mas, sehingga tetap nekad berangkat,“ kata salah satu pengendara motor yang mengaku warga Nguwok, Kecamatan Modo, Lamongan. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *