Tak Liburkan Siswa, Guru SD Dander Sewot

debu

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro -  Aktivitas sekolah di beberapa wilayah di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur diliburkan menyusul banyaknya debu vulkanik. Guyuran debu vulkanik dari letusan Gunung Kelud dikhawatirkan menggangu kesehatan siswa.

Meskipun begitu, ada beberapa sekolah yang masih tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Salah satunya SDN Dander I di Desa/Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro meskipun hujan abu vulkanik semakin tebal.

Salah satu guru yang tidak mau menyebutkan namanya mengaku, belum ada pengumuman mengenai libur siswa. Meskipun hujan abu namun dinilai biasa saja.

“Kalau Mbak mau kasih silahkan,” kata guru berjilbab tersebut dengan nada ketus, Jumat (14/2/2014).

Salah satu wali murid, Siska (30), mengatakan, khawatir terhadap anaknya yang masih kelas I. Sebenarnya sejak awal melarang anaknya untuk masuk sekolah, karena pekatnya abu vulkanik tapi tidak mau.

“Sudah saya larang masuk,anaknya tidak mau. Gurunya ditanya juga masih masuk seperti biasa,” ujarnya.

Akan tetapi, tidak beberapa lama, terlihat guru-guru memberitahukan kepada wali murid yang mengantarkan sekolah untuk membawa pulang kembali ke rumah masing-masing. Sementara siswa yang terlanjur pulang pukul 12 siang harus menunggu jemputan.

Baca Juga :   Kemelut TITD KSB Tak Berujung

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Khusnul Khuluq, mengaku telah mengisntruksikan kepada seluruh UPTD agar meliburkan sekolah yang terkena dampak abu vulkanik dari Gunung Kelud.

“Saya sudah perintahkan semua sekolah untuk libur, kalau memang belum diliburkan akan kami perintahkan sekarang juga,” tegasnya. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *