Warga Cepu Cemaskan Debu Kelud

masker dio cepu

SuaraBanyuurip.comAli Musthofa

Blora – Kondisi hujan debu yang mengguyur Kota Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah dan sekitarnya sangat dirasakan menggangu aktivitas warga.  Apalagi beredar informasi melalui berbagai  media sosial, bahwa debu vulkanik tersebut sangat berbahaya.

Kabar yang diterima warga Cepu menyebut, debu dari Gunung Kelud tersebut layaknya patahan kaca berukuran mikro. Jika terhirup akan merobek jaringan paru-paru, dan jika terkena mata bisa merusak kornea.

Oleh karena itulah muncul himbauan untuk melindungi hidung dan mata dengan masker. “Jangan remehkan masker,” ujar Eko Purwanto, warga Kelurahan Karangboyo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah kepada SuaraBanyuurip.com pada Jumat (14/2/2014).

Menurut Eko, bila menghirup debu vulkanik akibat letusan gunung berapi terlalu banyak berbahaya untuk kesehatan. Makanya tak heran sejak pagi tagi banyak orang berlalu lalang memakai masker. Baik itu dikala perjalanan maupun dalam aktivitas lainnya di luar rumah.

Eko mengaku kaget manakala di pagi hari ketika ke luar rumah mendapati pepohonan di depan rumahnya hingga gentingnya berubah warna menjadi putih. Rupanya itu akibat gumpalan debu vukanik akibat letusan Gunung Kelud yang terbawa angin.

Baca Juga :   Dibatasi, Penjualan AKR Turun 30%

Menurutnya, bukan hanya daerah Cepu-Blora dan sekitarnya. Dia juga mendapat kabar dari temannya yang berada di Yogyakarta, Jawa Tengah. “Disana malah lebih parah, ketebalan debu yang melekat sampai tiga sentimeter. Bahkan jarak pandang hanya beberapa meter saja,” ujarnya.

Demikian pula disampaikan oleh Iin Mayangsari, warga Kampung Baru yang mengutarakan keluhannya seputar datangnya debu vulkanik secara tiba-tiba. “Ketika ke luar rumah selalu ditemani masker. Untuk jaga kesehatan,” katanya.

Iin mengungkapkan, jangankan untuk beraktivitas kerja di hari ini untuk sekedar bertemu teman saja harus memakai masker. “Jagongan saja musti pakai masker. Karena takut menghirup udara yang bercampur debu tersebut,” katanya sambil menyebutkan bahaya menghirup debu vulkanic dari media sosial yang dia baca. (ali)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *