SuaraBanyuurip.com – Edy PUrnomo
Tuban – Sebanyak 90 persen warga Kabupaten Tuban, Jawa Timur tidak paham mengenai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Kondisi ini terjadi karena kurang sosialisasi tentang lembaga baru tersebut kepada masyarakat setempat.Â
“Di Tuban tidak lebih dari 10 persen yang paham BPJS, akibat sosialisasi kepada masyarakat yang masih kurang,†terang Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban, Saiful Hadi, dalam pembukaan Praktik Komunitas Kesehatan dan Laboratorium Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) NU Tuban, di balai Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak, Tuban, Selasa (18/2/2014).
Untuk itu Dinkes akan menggandeng BPJS dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban, dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Supaya manfaat BPJS ini bisa dirasakan masyarakat.
Selain itu, Dinkes masih perlu menyiapkan beberapa prasana penunjang kesehatan. Diantaranya adalah perbaikan fasilitas kesehatan baik di tingkat Puskesmas hingga Rumah Sakit.
“Apabila prasarana tidak maksimal, maka BPJS pun ikut tidak maksimal,†ujarnya. (edp)