SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Tuban – Lahan milik Perhutani di Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur berubah menjadi ladang jagung yang luas. Tanaman jagung yang tumbuh subur ini ditanami oleh masyarakat setempat dan dijadikan mata pencaharian untuk menyambung hidup.
Salah satu petani jagung, Sampur (45), mengatakan, sudah hampir 4 tahun mengolah tanah kapur tersebut dengan tanaman jagung, terkadang juga palawija. Selama ini Perhutani memang memberikan ijin untuk bercocok tanam.
“Sudah lama sekali kalau lahan disini dijadikan bercocok tanam warga,” tandasnya, saat ditemui Suarabanyuurip di ladangnya, Selasa (18/2/2014).
Dia mengatakan, dalam satu tahun hanya bisa panen sebanyak dua kali. Satu kali panen untuk jagung kering pipilan harganya sebesar Rp22.500 sampai Rp23.000 per Kg
Sementara jagung kering utuh sebesar Rp25.000 per Kg.
“Masa tanam seratus sepuluh hari,” tukas warga Desa Mojokopek, Semanding ini.
Dari luas lahan 36 meter persegi mampu menghasilkan 4 ton 6 kuintal jagung atau setara dengan Rp3.000.000. Penghasilan itupun belum tentu mencukupi kebutuhan keluarga jika tidak diimbaangi dengan pekerjaan lainnya.
“Kadang saya buruh sayuran di pasar,” ujar bapak dua anak ini. (rien)