SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan- Warga Desa Bedahan, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur menolak pembangunan gereja di desa mereka.
Data yang dihimpun, Desa Bedahan berlokasi di sebelah selatan jalan nasional Babat-Lamongan bakal dibangun gereja untuk tempat ibadah umat kristiani. Rencana pembangunan gereja tersebut kontan memantik reaksi keras masyarakat desa setempat.
“Kami menolak tegas dibangunnya gereja di Desa Bedahan. Masyarakat Desa Bedahan 90 persen tidak sudi dibangunnya gereja ditempat kami,†ucap Wandi, salah seorang warga setempat kepada buarabanyuurip.com, Rabu (19/2/2014).
Beberapa tokoh masyarakat yang ditemui SuaraBanyuurip.com menjelaskan, lokasi yang rencananya akan dibangun gereja tersebut sebelumnya merupakan tempat kursus ketrampilan menjahit. Namun berjalannya waktu, secara diam-diam ditempat yang menempati lahan seluas 1,4 hektar tersebut setiap hari minggu digunakan sebagai tempat kebaktian.
“Jamaahnya semua dari luar desa. Setiap minggu mereka melakukan ibadah ditempat tersebut,†sambung tokoh masyarakat Bedahan lainnya, Wito.
Ditahun 2002 berhembus kabar jika bangunan tempat kursus itu akan digunakan untuk bangunan gereja. Berita itu memantik kemarahan warga. Berbagai aksi dilakukan untuk membatalkan rencana pembangunan gereja ditempat tersebut.
Penolakan tegas warga tersebut membuat pengurus tempat ibadah yang konon bernaung dibawah Yayasan Santa Maria mengurungkan niat pembangunan gereja. Setelah hampir 12 tahun redam, belakangan ini muncul lagi isu pembangunan gereja ditempat tersebut.
“Warga menolak tegas. Bahkan kemarin, Selasa  tanggal 18 Pebruari 2014, semua warga menggalang tanda tangan menolak pembangunan gereja,â€ujar Wito, mengungkapkan.
Kepala Desa (Kades) Bedahan Adityawarman, membenarkan penggalangan tanda tangan penolakan rencana pembangunan gereja di wilayahnya. Sebagai kades dirinya mendukung penuh penolakan warganya tersebut.“Saya tidak mengharapkan masyarakat bergejolak dengan adanya rencana pembangunan tempat ibadah di Desa Bedahan. Apalagi masyarakat Bedahan dikenal dengan kulturnya yang agamis, “ kata Adityawarman.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, sore tadi Camat Babat, Fadeli Purwo mengumpulkan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Pendopo Kecamatan. Hingga berita ini diturunkan rapat MUI belum selesai. Wartawan suarabanyuurip.com sedang berupaya menghubungi Yayasan Santa Maria untuk mendapatkan konfirmasi masalah tersebut.(tok)