SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Operator migas Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, Mobil Cepu Limited (MCL) optimis bisa mencapai puncak produksi sebesar 165 ribu barel per hari (bph), meskipun ada kemoloran dari waktu yang ditargetkan pemerintah pusat.
Sesuai target awal pemerintah, Blok Cepu dapat berproduksi puncak pada kuartal pertama 2014. Namun target itu dipastikan mundur karena belum rampungnya lima paket pekerjaan fasilitas penunjang puncak produksi.
Vice President Public and Government Affair MCL, Erwin Maryoto, menyatakan, konstruksi bangunan terutama di Central Processing Facility (CPF) Banyuurip sudah mencapai 80 persen. Sementara pencapaian produksi dari 42 sumur hingga saat ini sebesar 29 ribu barel per hari (Bph).
“Jumlah itu sudah meningkat dari sebelumnya sekitar 26 ribu- 28 ribu barel per hari,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com saat melakukan kunjungan ke proyek Banyuurip mendampingi Bupati Bojonegoro, Suyoto, Rabu (19/2/2014) kemarin.
Dia menyatakan, pihaknya akan terus berupaya untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai target. Karena produksi minyak pada bulan November 2014 tidak akan tercapai. Sehingga saat ini akan terus bekerja keras untuk memperbaiki jadwal agar bisa mencapai puncak produksi sebesar 165 ribu (bph).
“Tujuan kita adalah mempercepat produksi secara aman,” tegas Erwin.
Ada lima paket pekerjaan engineering, procurement and construction (EPC) Banyuurip yang dilaksanakan MCL untuk membangun fasilitas puncak produksi. Yakni EPC-1 Banyuurip mengerjakan fasilitas pemrosesan minyak mentah, EPC-2 mengerjakan pipanisasi darat sepanjang 72 kilo meter, EPC-3 mengerjakan pipanisasi bawah laut sepanjang 23 kilo meter.
Kemudian  EPC 4 membangun menara tambat dan tanker raksasa yang terapung ditengah laut, dan EPC-5 mengerjakan bangunan sipil perkantoran termasuk waduk buatan untuk menampung air injeksi dari Sungai Bengawan Solo. (rien)