SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Pemeritah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur akan segera mengecek program kandang belajar sapi rakyat (KBSR) yang berada di Desa Brabowan, Kecamatan Gayam. Hal itu  untuk mengetahui perkembangan program yang digelontorkan oleh operator ladang Migas Banyuurip, Blok Cepu Mobil Cepu Ltd (MCL) beberapa tahun silam tersebut.
“Saya akan cek dilokasi, Mas. Dan saya akan perintahkan mantri hewan yang bertugas di wilayah Kecamatan Gayam untuk terus memantau perkembangannya,” kata Kepala Disnakkan Bojonegoro, Subekti saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Senin (24/02/2014).
Subekti mengaku, sebelumnya tidak mengetahui secara jelas program KBSR di Desa Brabowan. Meski begitu dia berharap agar program tersebut terus berkembang. “Karena itu akan saya cek ke pengurus KBSR nya,” tegas mantan Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro itu.
Subekti juga menyatakan, tak mengetahui jika awalnya di KBSR itu terdapat 40 ekor sapi bantuan MCL dan sekarang tinggal 6 ekor. “Bila terjadi pengurangan harusnya pengurus bertanggungjawab untuk membeberkan kemana larinya dan digunakan untuk apa sapi-sapi itu,†pungkas dia.
Field Public and Government Manager MCL, Rexy Mawardijaya, menegaskan, bahwa KBSR merupakan program kemasyarakatan penunjang operasi ( PKPO ) MCL yang telah disetujui SKK-Migas yang diarahkan untuk memberi manfaat jangka panjang dan berkesinambungan bagi masyaraka yang membutuhkan dukungan seluruh pihak.
“Salah satu sasaran kami kedepan adalah program kegiatan posyandu sapi dan berbagai pelatihan bagi masyarakat dengan bermitra bersama LSM yang kompeten dibidangnya,” kata Rexy Mawardijaya melalui pesan pendek yang dikirim kepada suarabanyuurip.com.(sam)