SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro- Â Warga menanam pohon pisang di tengah jalan jalur Bojonegoro- Padangan tepatnya masuk di wilayah Desa Beged, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Aksi itu dilakukan karena mereka kesal lantaran jalan yang dikenal sebagai jalur minyak itu rusak berat tetapi tidak kunjung diperbaiki.
 Â
Warga menanam pohon pisang di atas pot bunga di tengah jalan raya yang kondisinya rusak dan berlubang. Jalan yang berlubang lebar itu berisi air dan lumpur. Sebelumnya di lokasi jalan yang rusak dan berlubang itu terjadi kecelakaan yakni pengendara sepeda motor terperosok dan akhirnya terjatuh. Akibat kejadian itu pengendara sepeda motor mengalami luka-luka dan sepeda motornya rusak.
Â
“Setelah kejadian kecelakaan itu, salah seorang warga lalu menanam pohon pisang di tengah jalan yang rusak itu,†ujar Arif Rahmanto, 34, warga Desa Beged.
Â
Adanya pohon pisang dan pot bunga yang diletakkan di tengah jalan raya membuat lalu lalang kendaraan yang melintas di jalur minyak itu pun melambat. Kendaraan seperti truk pengangkut minyak, bus, dan mobil harus bergantian untuk melintas.
Â
Pantauan di lapangan, kondisi jalan raya Bojonegoro – Padangan rusak berat. Sebagian jalan raya yakni mulai dari Bojonegoro hingga Kalitidu sudah diperbaiki dan dibeton. Namun, kondisi jalan raya mulai di Kecamatan Kalitidu, Gayam, hingga Purwosari sepanjang 20 kilometer kondisinya masih rusak berat. Banyak aspal jalan mengelupas, berlubang, bergelombang sehingga membahayakan pengendara yang melintas. Tidak jarang pengendara mengalami kecelakaan karena menghindari jalan rusak dan jalan berlubang.
Â
Tekstur tanah di sepanjang jalur minyak yakni Bojonegoro – Padangan merupakan tanah bergerak. Saat musim hujan, tanah itu mudah retak sehingga menyebabkan aspal jalan raya mudah rusak.
Kondisi jalan raya juga mudah rusak karena jalur itu dilewati banyak truk kendaraan berat mulai truk pengangkut minyak mentah dari lapangan Banyuurip, Blok Cepu, truk pengangkut tanah pedel, truk pengangkut pasir dari Sungai Bengawan Solo, hingga truk gandeng yang mengangkut barang dagangan antar provinsi.
Â
Menurut Sarman, (38), sopir truk, kondisi jalan raya Bojonegoro- Padangan itu sangat tidak nyaman dilalui. Kondisi jalan banyak yang rusak, berlubang, bergelombang dan sering terjadi macet cukup panjang.
“Kalau tidak hati hati truk bisa rusak atau mogok karena terperosok di lubang jalan,†ujar warga Dusun Korgan, Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari tersebut. (rien)