SuaraBanyuurip.com -Â Edy Purnomo
Tuban – Permasalahan masyarakat yang melakukan penambangan sumur minyak tua di kawasan hutan dianggap bukan masalah utama bagi Perhutani. Karena saat ini Perhutani masih memprioritaskan penyelamatan hasil kayu.
“Kita harus perhatikan skala prioritas, yaitu pada pencurian kayu,†tegas Adm KPH Jatirogo, Ahmad Basuki, dalam gathering media yang di gelar 3 KPH dengan wartawan di Queen Resto, Jalan Teuku Umar, Tuban.
Disinggung tentang kekhawatiran apabila penambangan dihentikan dan masyarakat akan mencuri kayu karena desakan ekonomi, Basuki mengatakan, kalau pengaruh akibat hal itu hanya sekitar 20 persen. Karena selama ini spesialis pencuri kayu memang dari kelompok tersendiri.
“Sementara warga yang blusukan dan mencari sumur tua di hutan itu lain (tidak mempunyai latar belakang pencuri kayu),†kata pria kelahiran Tuban itu.
Di KPH Jatirogo sendiri disebutkan ada sekitar 33 sumur minyak yang juga masuk di wilayah Asser IV Field Cepu. Sumur-sumur tersebut berada di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Baoro petak 27, BKPH Bate petak 26, dan juga berada di RPH Tuwiwiyan petak 33.(edp)