SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) di sekolah sekitar proyek Banyuurip, Blok Cepu tetap hidup. Kegiatan itu selain untuk melatih kemandirian dan disipilin, juga menjadi poin tersendiri bagi peserta pramuka bagi para pelajar.
Demikian sikap yang ditujukan anggota Pramuka Gugus Depan (Gudep) SMP Negeri 1 Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro saat melakukan pelatihan di halam sekolah setempat, Kamis (27/2/2014) sore tadi.
“Kami ingin memajukan pemuda Banyuurip melalui pramuka,” kata Ketua OSIS SMP 1 Gayam, Muhammad Umar Ma’ruf.
Sekira 110 anggota Pramuka mulai kelas VII dan VIII tampak serius mengikuti kegiatan Pramuka. Hampir sebagian besar peserta berdomisili di desa sekitar proyek Banyuurip, Blok Cepu.
“Mayoritas dari warga Kecamatan Gayam sini saja,” imbuh Ma’aruf.
Dia berharap, dengan mengikuti Gerakan Pramuka ini, generasi pemuda di sekitar proyek Banyuurip memiliki karakter kuat untuk menangkal dampak negatif industrialisasi migas Blok Cepu yang sedang berlangsung di wilayah Gayam.
Dalam Pramukan ini para pelajar memperoleh materi pengembangan diri. Diantaranya, Pelatihan Baris Berbaris (PBB), Tali temali (Pionering), out door manajemen game (ODMG), dan Kode Etik,
Dikesempatan yang sama, salah satu pembina Pramuka, Kak Didik Jatmiko, menyatakan, kegiatan ini dilakukan secara rutin satu minggu sekali.
Pelatihan pramuka ini merupakan implementasi Undang-undang Gerakan Pramuka Nomor 12 Tahun 2010.
“Secara undang-undang kita juga dilindungi,” tuturnya.
Pemuda yang juga Ketua Blogger Bojonegoro itu menyatakan, bersama rekan seperjuanganya akan tetap berupaya menghidupkan Pramuka di Kwartir Cabang Bojonegoro. Terutama Gugus Depan di sekitar proyek migas Banyuurip. “Jangan sampai generasi di Banyuurip Blok Cepu terjebak dalam pola pikir yang pragmatis,” tegas Didik.(roz)