SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Di tahun 2014 ini Sub Divre Bulog yang ada di Kabupaten Tuban berharap penyerapan gabah dari petani di Kabupaten Tuban bisa mencapai 100 ribu ton. Jumlah ini meningkat 25 persen dari target sebelumnya, karena pada tahun 2013 lalu Bulog hanya mampu menyerap beras petani sebanyak 75 ribu ton saja.
“Kita berharap tahun ini bisa menyerap 10 ribu ton gabah dari petani, naik sebanyak 25 persen,†jelas Kepala Sub Divre Bulog Propinsi Jawa Timur, Rusdiyanto, ketika berada di gudang Bulog, Jalan Pahlawan, Tuban, Kamis (27/2/2014).
Rusdiyanto menjelaskan, kalau untuk memenuhi target dan meningkatkan suplai gabah dari petani, Bulog melibatkan beberapa pihak dan juga peluang kerja sama. Diantaranya dengan melakukan kerja sama dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang ada di Kabupaten Tuban.
Selain Gapoktan, Bulog juga melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban untuk merealisasi program ini. Karena, diharapkan Pemkab bisa membantu untuk mendorong para petani agar bisa meningkatkan produktifitas hasil pertanian.
“Selain Gapoktan dan Pemkab, kami juga membuka ruang bagi siapa saja yang ingin melakukan kerja sama dengan Bulog,†kata Rusdiyanto.
Selain stok hasil gabah, kerja sama juga bisa dilakukan dengan bentuk lain. Yaitu, penggilingan gabah yang didapat dari petani.
“Termasuk juga penggilingan padi,†tandas Rudi.
Diketahui, saat ini harga gabah yang siap giling, Bulog mematok harga sebesar Rp4.200 per kilogram. Harga ini dinilai lebih mahal dari harga tengkulak, tempat banyak petani menjual gabah mereka.
“Kita siap menampung berapapun gabah dari petani,†tutup Rudi. (edp)