Mengais Rezeki dari Sampah Bengawan Solo

ranting bengawan

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Debit Sungai Bengawan Solo yang naik dalam beberapa waktu terakhir, menjadi berkah bagi sebagian warga Bojonegoro, Jawa Timur yang tinggal di sepanjang dearah aliran sungai. Mereka mengais rezeki dari tumpukan sampah terseret arus sungai.

Sampah yang memenuhi beberapa sudut sungai terpanjang di Pulau Jawa itu terdiri dari berbagai macam jenis. Tidak hanya sampah rumah tangga, namun juga ranting kayu. Sampah yang menumpuk sebagian dimanfaatkan para pemulung untuk mencari barang bekas yang masih bisa dimanfaatkan seperti plastik, kaleng, dan lain sebagainya. Bahkan ranting kayu yang jumlahnya sangat banyak juga tak luput dari incaran warga.

Di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, misalnya.  Tampak warga beramai-ramai memdatai bibir Bengawan Solo memunguti ranting kayu dengan menggunakan bambu yang diberi jaring untuk menyeret kayu ke tepian. Sebagian dari mereka rela menceburkan diri untuk memungutnya.

Pemandangan itu rutin dilakukan warga setelah debit air Sungai Bengawan Solo menurun. Kayu-kayu itu digunakan memasak sehari-hari dan sebagian dijual untuk memperoleh uang tambahan.

Baca Juga :   Bulan Puasa, Hiburan Malam Tutup

”Lumayan untuk tambahan pendapatan, Mbak,” ujar salah satu warga, Sukadi (48).

Pria yang bekerja sebagai buruh bangunan itu menyampaikan, ranting kayu tersebut dijual dengan harga Rp3000 sampai Rp 5.000, tergantung jumlahnya. Sudah hampir sepekan, banyak ranting kayu yang didapatnya.

“Uangnya dikumpulkan sedikit demi sedikit buat beli beras,” tukasnya.

Setelah mendapat hasil yang cukup banyak, Sukadi dan warga lainnya kemudian membawa ranting kayu dengan cara digendong. Saat ini ranting-ranting kayu itu masih banyak terbawa arus Sungai Bengawan Solo.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *