SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Puluhan pemuda mengatasnamakan “Barisan Warga Koro Bersatu†Dusun Koro, Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, melakukan aksi demonstrasi di lokasi penambangan dari PT Semen Gresik Tbk (PT SG), Senin (3/3/2014).
Para pemuda datang dengan membawa sejumlah spanduk dan beberapa poster tuntutan. Mereka mengaku kesal dengan aksi penambangan yang dirasa merusak lingkungan, terutama di desa mereka tinggal.
“Lingkungan kami rusak atas penambangan yang di lakukan Semen Gresik,†teriak Wito, salah satu pemuda dalam orasinya.
Mereka menyebut, kalau kerusakan yang dilakukan PT SG terjadi sejak 24 tahun yang lalu. Selama kurun waktu tersebut sudah ada 260 hektar lahan pertanian di Desa Pongpongan yang berubah menjadi pusat area pertambangan batu kapur untuk operasional PT SG.
“Perusahaan untung, tapi rakyat semakin sengsara,†kata salah pemuda berteriak.
Selama itu pula, masyarakat yang ada di Dusun Koro mengalami dampak psikologis. Diantaranya dengan keberadaan debu, suara-suara ledakan, hingga pada angka penganggguran di desa tersebut yang terus berubah. Karena lahan-lahan pertanian terus dibebaskan, dan mereka tidak bisa lagi melakukan cocok tanam.
Baru lima menit mereka melakukan aksi demonstrasi tepat di area crusher, atau penggilingan batu kapur, aksi mereka langsung dihalau petugas kepolisian. Polisi meminta mereka untuk menyingkir dari area pertambangan.
“Kami minta, saudara-saudara jangan mengganggu aset negara,†kata Kapolsek Merakurak, AKP Benu Hamzah, sambil menghalau para pendemo. (edp)