SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Setelah melakukan aksi dengan melakukan orasi dan sweeping di area tambang milik PT Semen Gresik Tbk (PT SG) selama kurang lebih dua jam, akhirnya puluhan pemuda asal Dusun Koro, Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, ditemui perwakilan dari PT SG.
Para pemuda ditemui oleh Kasi Bina Lingkungan PT SG, Hery Kurniawan, di dekat crusher, atau tempat penggilingan batu kapur untuk digunakan sebagai bahan baku pabrik semen.
Kepada para pendemo, Hery mengatakan, akan membawa beberapa tuntutan dari pemuda yang melakukan aksi unjuk rasa ke manajemen perusahaan.
“Kami akan membawa tuntutan ke manajemen,†kata Hery, di hadapan puluhan pengunjuk rasa di area Crusher PT SG.
Sementara terkait kerusakan lingkungan seperti yang disebut para pengunjuk rasa, Hery mengatakan, perusahaan masih akan melakukan pengecekan di lapangan. Termasuk perusahaan akan mencoba menunjuk konsultan indepentent, untuk menangani dan melakukan pengecekan terkait kerusakan alam akibat aktivitas pertambangan.
“Kita mencoba untuk mengerti apa yang dibutuhkan masyarakat,†kata pria yang tergolong baru dipercaya untuk menjabat sebagai Kasi Bina Lingkungan.
Ketika dikonfirmasi terkait dugaan adanya praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dalam perekrutan tenaga kerja, Hery mengatakan, perusahaan akan menindak tegas kepada siapapun pegawai dari jajaran PT SG yang melakukan praktik tersebut.
“Ada kode etik, perusahaan akan menindak tegas apabila ada oknum yang melakukan praktik tersebut,†kata Hery, usai menemui pengunjuk rasa.
Selain itu, PT SG juga telah melakukan kerja sama kepada beberapa lembaga  untuk mengantisipasi adanya praktik ini. Termasuk dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Kita melakukan kerja sama dengan beberapa pihak, termasuk KPK†tandas Hery.(edp)