SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan-Kebijakan penggratisan biaya retribusi untuk pembuatan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) di Kabupaten Lamongan berimbas pada naiknya jumlah usaha skala kecil. Tahun lalu, prosentase pertumbuhan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) terhadap usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mencapai 97,27 persen.
Dari data Dinas Koperasi Industi dan Perdagangan (Diskopindag) Lamongan, jumlah UMK saat ini sebanyak 48.795 unit dan jumlah UMKM sebanyak 50.112 unit. Jumlah tersebut naik dari tahun 2012, yakni UMK sebanyak 47.011 unit dari jumlah keseluruhan UMKM sebanyak 48.183 unit.
Sementara itu, prosentase koperasi aktif di Lamongan dari tahun 2012 ke tahun 2013 juga mengalami kenaikan. Yakni dari 1.010 unit koperasi yang ada, 894 unit diantaranya adalah koperasi aktif, atau sejumlah 88,51 persen. Prosentasi jumlah koperasi aktif tersebut naik dibandingkan tahun 2012 yang hanya mencapai 81,62 persen. Yakni sebanyak 866 unit koperasi aktif dari 1.061 koperasi yang ada.
“Tumbuhnya UMK ini diharapkan bisa berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat kecil. Karena industri skala ini sebagian besar adalah industri rumahan dan bersifat padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja,†ungkap Plt Kepala Diskopindag Lamongan, Setyo Basuki kepada suarasbanyuurip.com, Senin (3/3/2014).
Dia menambahkan, peningkatan jumlah UMK dan UMKM itu juga dipengaruhi oleh peningkatan masyarakat yang melakukan wirausaha. “Tingginya kewirausahaan di Lamongan ini juga didukung oleh Pemkab Lamongan melalui pemberian fasilitas SIUP dan TDP gratis kepada koperasi dan UMK,†tegas Basuki.
Selain itu, Diskopindag juga secara rutin memberikan pelatihan kewirausahaan dan bantuan modal bagi UKM untuk meningkatkan kualitas produknya.(tok)